STADION TERBESAR DI DUNIA
STADION
RUNGRADO
Stadion Hari Buruh Rungrado, atau Stadion Hari Buruh, adalah
sebuah stadion multi-fungsi di Pyongyang, Korea Utara yang selesai pada tanggal 1 Mei 1989.
Stadion ini dibangun
sebagai sebuah stadion utama untuk edisi 13 Festival Pemuda dan Pelajar Dunia
pada tahun 1989. Saat ini digunakan untuk pertandingan sepak bola, atletik,
beberapa buah pertandingan, tapi paling sering untuk Festival
Arirang (juga dikenal
sebagai Mass Games). Stadion ini
memiliki 150.000 kursi, yang
merupakan stadion non-balap mobil berkapasitas terbesar di dunia.
Nama stadion ini
diambil dari nama Pulau Rungra yang terletak di Sungai
Taedong, tempat stadion ini berasal, dan May Day merupakan perayaan
hari buruh internasional, yang terutama dirayakan di kalangan komunis. Atapnya
yang bergelombang memiliki 16 lengkungan yang diatur seperti sebuah cincin,
yang dapat dikatakan menyerupai parasut atau kembang magnolia.
Stadion ini
menyelenggarakan acara di lapangan utama seluas 22.500 m2 (242.000 ft2.
Luas keseluruhan dari stadion ini melebihi 207.000 m2 melewati delapan tingkat, dan cuping
tertinggi atapnya berada pada ketinggian lebih dari 60 m (196 ft 10 in) dari permukaan tanah.
Sementara stadion
digunakan untuk kegiatan - kegiatan olahraga, stadion ini sangat dikenal
sebagai tempat pertunjukkan dan penampilan besar dalam rangka memperingati Kim Il-sung dan negara Korea
Utara. Pada Juni-Juli 2002, stadion ini menjadi
tempat penampilan olahraga senam kolosal dan cermat yang terkoreografi bernama
"Arirang" serta penampilan artistik (yang dikenal pula sebagai Mass Games). Pertunjukan
megah ini melibatkan untuk kali pertama sekitar lebih dari 100.000 partisipan,
yang melebihi jumlah penonton yang dibuka pula bagi warga negara asing, sebuah
hal yang jarang terjadi. Kritikan
atas rezim menyatakan hal ini sebagai upaya pengalihan perhatian dari
penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2002 yang diselenggarakan di Korea Selatan danJepang, dan
sebagai upaya untuk meningkatkan keras nilai mata uang yang langka.
Penampilan tersebut
kini menjadi acara tahunan di Pyongyang yang digelar antara
Stadion ini menjadi
tempat di mana Kim Jong-il menghibur Madeleine Albright, Menteri Luar Negeri Amerika
Serikat saat itu, saat Bill Clinton menjadi presiden Amerika
Serikat.
Pada tahun 2004, sejumlah jenderal
angkatan darat Korea Utara yang terlibat dalam upaya pembunuhan
terhadap Kim Jong-ildieksekusi
di stadion ini, dengan cara dibakar hidup-hidup.

0 komentar:
Posting Komentar